Jumat, 25 Februari 2011

Dzikir dan Puji-pujian Sebelum Adzan dan Shalat Berjama'ah

Membaca dzikir dan syair sebelum
pelaksanaan shalat berjama'ah,
adalah perbuatan yang baik dan
dianjurkan. Anjuran ini bisa
ditinjau dari beberapa sisi.
Pertama, dari sisi dalil, membaca
syair di dalam masjid bukan
merupakan sesuatu yang dilarang
oleh agama. Pada masa Rasulullah
SAW, para sahabat juga membaca
syair di masjid. Dalam sebuah
hadits:
ﻋَﻦْ ﺳَﻌِﻴْﺪِ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﻤُﺴَﻴِّﺐِ
ﻗَﺎﻝَ ﻣَﺮَّ ﻋُﻤَﺮُ ﺑِﺤَﺴَّﺎﻥِ
ﺑْﻦِ ﺛﺎَﺑِﺖٍ ﻭَﻫُﻮَ ﻳُﻨْﺸِﺪُ ﻓِﻲْ
ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ﻓَﻠَﺤَﻆَ ﺇﻟَﻴْﻪِ
ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻗَﺪْ ﺃﻧْﺸَﺪْﺕُ ﻭَﻓِﻴْﻪِ
ﻣَﻦْ ﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻨْﻚَ ﺛُﻢَّ
ﺍﻟْﺘَﻔَﺖَ ﺇﻟَﻰ ﺃﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ
ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺃﺳَﻤِﻌْﺖَ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ
ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
ﻳَﻘُﻮْﻝُ ﺃﺟِﺐْ ﻋَﻨِّﻲْ ﺍَﻟﻠّﻬُﻢَّ
ﺃﻳَّﺪْﻩُ ﺑِﺮُﻭْﺡِ ﺍْﻟﻘُﺪُﺱِ ﻗَﺎﻝَ
ﺍَﻟﻠّﻬُﻢَّ ﻧَﻌَﻢْ
Dari Sa'id bin Musayyab, ia
berkata, "Suatu ketika Umar
berjalan kemudian bertemu
dengan Hassan bin Tsabit yang
sedang melantunkan syair di
masjid. Umar menegur Hassan,
namun Hassan menjawab, 'aku
telah melantunkan syair di masjid
yang di dalamnya ada seorang
yang lebih mulia darimu. '
Kemudian ia menoleh kepada Abu
Hurairah. Hassan melanjutkan
perkataannya. 'Bukankah engkau
telah mendengarkan sabda
Rasulullah SAW, jawablah
pertanyaanku, ya Allah mudah-
mudahan Engkau menguatkannya
dengan Ruh al-Qudus. ' Abu
Hurairah lalu menjawab, 'Ya Allah,
benar (aku telah medengarnya).'
" (HR. Abu Dawud [4360] an-
Nasa'i [709] dan Ahmad [20928]).
Meogomentari hadits ini, Syaikh
Isma 'il az-Zain menjelaskan
adanya kebolehan melantunkan
syair yang berisi puji-pujian,
nasihat, pelajaran tata krama dan
ilmu yang bermanfaat di dalam
masjid. (Irsyadul Mu'minin ila
Fadha'ili Dzikri Rabbil 'Alamin, hlm.
16).
Kedua, dari sisi syiar dan
penanaman akidah umat. Selain
menambah syiar agama, amaliah
ini merupakan strategi yang
sangat jitu untuk menyebarkan
ajaran Islam di tengah
masyarakat. Karena di dalamnya
terkandung beberapa pujian
kepada Allah SWT, dzikir dan
nasihat.
Ketiga, dari aspek psikologis,
lantunan syair yang indah itu
dapat menambah semangat dan
mengkondisikan suasana. Dalam
hal ini, tradisi yang telah berjalan
di masyarakat tersebut dapat
menjadi semacam warming up
(persiapan) sebelum masuk ke
tujuan inti, yakni shalat lima
waktu.
Manfaat lain adalah, untuk
mengobati rasa jemu sembari
menunggu waktu shalat jama'ah
dilaksanakan. Juga agar para
jama'ah tidak membicarakan hal-
hal yang tidak perlu ketika
menunggu shalat jama'ah
dilaksanakan.
Dengan beberapa alasan inilah
maka membaca dzikir, nasehat,
puji-pujian secara bersama-sama
sebelum melaksanakan shalat
jama'ah di masjid atau di
mushalla adalah amaliah yang
baik dan dianjurkan. Namun
dengan satu catatan, tidak
mengganggu orang yang sedang
melaksanakan shalat. Tentu hal
tersebut disesuaikan deogan
situasi dan kondisi masing-
masing masjid dan mushalla
masing-masing.
KH Muhyiddin Abdusshomad
Pengasuh Pondok Pesantren
Nurul Islam (Nuris), Ketua PCNU
Jember

4 komentar:

  1. coba ..kasih tahu dunk hadist tersebut jalur periwayatannya sampai ke Nabi...terputus nggak hadist tersebut?..hadist yg anda pake lemah(dhaif) tak bisa digunakan sebagai dalil...kalau memang benar buktikan sanadnya/urut2nya dari yg meriwayatkan sampai ke Rasul siapa saja yg terlibat dan tidak terputus di jalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. baca http://id.lidwa.com/app/ disana jelas siapa perawi dari hadist tersebut

      Hapus
  2. dan yg terjadi puji-pujian pasti mengganggu orang yg sedang shalat..dan apa bedanya dengan ibadah org kristen yg sukan nyanyi-nyanyi di gereja..sama kan..beda kalimatnya ja diubah..hehehe

    BalasHapus
  3. baca http://id.lidwa.com/app/ disana jelas siapa perawi dari hadist tersebut

    BalasHapus