Sabtu, 22 Januari 2011

BESEMAH LIBAGH - JAGAT SEGANTI SETUNGGUAN


Kota Lahat kabupaten Lahat, terletak 225 km baratdaya kota Palembang. Kota kabupaten yang menjadi pusat pemukiman sejak ribuan tahun yang lalu ini dapat dikunjungi dengan kendaraan bus dan kereta api.

Kabupaten Lahat mempunyai nama tradisional "Tanah Bersemah" yang telah dicencang-cencang oleh pisau devide et impera Belanda yang mengusai daerah ini selama kira-kira 74 tahun. Pagaralam merupakan kota wisata pegunungan yang terletak 68 km baratdaya kota Lahat. Kota wisata Pagaralam ini, pada saat ini berstatus kota administratif sejak 15 Januari 1992. Di Kotif Pagaralam dan sekitarnya banyak ditanam sayur-sayuran, seperti kubis, sawi, wortel, kentang, kacang, bawang, terong, cabai, dan cung (kedir). Selain itu, banyak pula ditanam pisang dan alvokad (jamu mentega), serta berbagai jenis labu, umbi-umbian, dan jagung. Namun, hasil pertanian yang utama adalah kopi, dan padi sawah. Sedangkan di sekitar kota Lahat atau daerah besemah ilir, penduduk mengusahakan karet (parah). Khusus, di daerah Perangay (Mulak Ilir), dulu pernah terkenal hasil tembakaunya.

Banyak sayur-sayuran dan hasil lainnya dikirim ke kota-kota Palembang, Bengkulu, Jambi, dan kota-kota lain di Sumatera.


Bukit Jempol 

Bukit Jemmpol adalah nama lain dari Bukit Serela (Seghile). Dinamakan Bukit Jempol karena bentuknya seperti tangan manusia yang sedang menggenggam dengan jempolnya mengacung ke atas. Selain itu, jika dipandang, memang jempol alias bagus, indah, menarik. Bukit Jempol ini terletak di wilayah Kecamatan Merapi, 20 km timur kota Lahat. Bukit Jempol atau Bukit Serela ini hanya berketinggian 670 m dengan dataran puncak seluas kira-kira 60 km.

Untuk berkunjung ke Bukit Jempol (Bukit Sarela) yang kini menjadi pusat Latihan Gajah, kita dapat naik bus dari Palembang atau dari kota Lahat, berhenti di dusun Sukacinta, lalu berjalan kaki sejauh 7 km arah timur dengan menyeberangi sungai Lematang. Pengunjung atau wisatawan yang membawa kendaraan sendiri dapat memilih jalan sejauh 12 km, yakni dari dusun Telatang ke PLG (Pusat latihan Gajah) Bukit Serela (Bukit Jempol). Jalannya beraspal bagus, namun sempit, sehingga hanya bus mini yang dapat melaluinya.

Obyek wisata alam dan PLG Serela (Bukit Jempol) ini sering dikunjungi wisatawan remaja dan pramuka. Selain keindahan alam dan "sekolah gajah", di sekitar Bukit Jempol ini terdapat pula megalit prasejarah yang bersambung dengan Kute Abung di Abung Tinggi, Hutan Suaka Alam "Suaka Marga Satwa Isaw-isaw Besemah" dengan luas 12.144 ha (SK Menteri Pertanian No. 691/Kpts/Um/2/1978 tanggal 7 Februari 1978). Di hutan Suaka Alam "Suaka Marga Satwa Isaw-isaw Besemah" ini, satwa yang dilindungi antara lain gajah, rusa, kambing hutan, harimau (macan), tenuk (tapir), dan berbagai jenis burung, seoperti enggang, nggik-nggik, kuwaw, ayam hutan, dan bangau.


Gunung Dempu 

Gunung Dempu (orang menyebutnya dengan sebutan yang salah "Dempo") terletak 9 km dari pusat kota Pagaralam. Puncaknya setinggi 3.173 m menjadi batas paling barat kota administratif Pagaralam. Gunung tertinggi di Sumatera Selatan ini merupakan tempat wisata alam dan agri-wisata dengan panorama alamnya yang indah dan hamparan perkebunan teh milik PT Perkebunan Nusantara VII Persero) yang dulu bernama PTP X. Hasil produksi Pabrik Teh Gunung Dempu ("Teh Dempoe") 90% diekspor, sehingga masyarakat Besemah di kota Pagaralam sendiri tidak begitu akrab dengan komoditi nasional dari daerahnya ini, apalagi masyarakat Sumsel yang jauh dari pusat perkebunan teh Gunung Dempu ini.

Jika ingin berkunjung ke Gunung Dempu, seseorang atau rombongan dapat menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum (bus) langsung dari Palembang (294 + 9 km). Lama perjalanan kira-kira 6 jam. Di sepanjang perjalanan antara kota Lahat dengan kota Pagaralam tidak dapat membuat kantuk oleh godaan pemandangan alam yang indah menawan di kiri-kanan jalan berliku-liku. Di antara liku-liku indah, namun memaksa supir lebih waspada adalah Liku Ginggung, Lekung Daun, Matang Lintang, Liku Ndikat, Liku Lematang (Tanah Besemah Lematang Indah), dan Liku Selangsi. Dari pusat kota Pagaralam ke lereng Gunung Dempu, pengunjung dapat mempergunakan bus atau sepeda motor maupun angkot sampai ke kompleks Mess Pemda dan Vila-vila di tengah-tengah areal perkebunan teh. Untuk mencapai puncak Gunung Dempu, (3.173m) dengan Telaga Dempu yang penuh misteri, wisatawan atau pencinta alam berjalan kaki dari batas akhir areal perkebunan.

Objek wisata alam dan agro-wisata Gunung Dempu ini merupakan tempat rekreasi sehat segar, baik dan nyaman bagi wisatawan pencinta alam, wisatawan remaja, termasuk pencinta bunga dan biologi tumbuhan pegunungan khas "Kayu Panjang Umur". 


Air Terjun "Cughup Lawang-agung

"Untuk objek wisata air terjun dan megalit prasejarah, kabupaten Lahat (Tanah Besemah) adalah gudangnya yang tidak ada duanya di Sumatera Selatan. Bayangkan saja, kalau di kabupaten paling sempit wilayahnya di Sumsel ini terdapat tidak kurang dari 150 air terjun yang didaerah ini disebut Cughup (Curup). Di antara ratusan cughup itu adalah cughup Mandian Puteri di dusun Karang-Dalam, Cughup Besemah Raya, di dusun Mingkik, Cughup Baghu di Taman Besemah Lematang Indah, Cughup Mbun di dusun Pagaralam, dan Cughup lawang-agung di dusun Awang-agung lama.

Cughup Lawang-agung terletak di dusun Lawang-agung Lama, Kecamatan Jaray, kira-kira 17 km baratlaut kota Pagaralam.

Air terjun ini adalah aliran sungai yang melintangi sungai Musi, sehingga dinamakan Ayik Lintang, berasal dari bukit kayu Sebatang Pelajaran, banyak ditunbuhi semak belukar dan sawah-sawah yang subur. Dusun Lawang-agung terletak pada jalur jalan raya Palembang-Bengkulu Lintas Pagaralam, sehingga cukup mudah untuk mengunjungi objek wisata ini. Dari dusun Lawang-agung Lama cukup berjalan kaki sejauh 200 meter, sampailah ke lokasi air terjun yang pada zaman penjajahan sudah dibangun bungalow-bungalow tempat istirahat sinyo-sinyo, tuan dan nyonya berhidung mancung. Lokasi ini sangat baik untuk wisata alam.

Tidak jauh dari lokasi Air terjun terdapat situs megalitik di antara "Megalit Besemah" di situs Lawang-agung lama ini terdapat "Batu Perau" (Batu Perahu), Petilasan Batu (Peti Batu Kubur) tipe Gunung -migang, Kutaraya, Tanjung-ara, dan Teguwangi.

Megalit Besemah
Sangat banyak dusun yang mempunyai peninggalan prubakala berupa megalitik yang di dalam ilmu sejarah kepurbakalaan dikenal dengan sebutan "Megalit Besemah". Di antara dusun-dusun situs "Megalit Besemah" itu adalah Lahat-Tengah, Tinggihari Gumay, Tanjung-ara, Belumay, Tegurwangi Lama, Bumi-agung Lama. Batu-batu besar tinggalan budaya purbakala itu dapat ditemui di depan-depan rumah, di tengah-tengah dusun, di pinggir-pinggir dusun, di tengah sawah, di kebun kopi. Sebagian daripadanya sudah dipindah dari tempat asal./

Beberpa contoh ketinggian budaya nenek-moyang kita dari Dataran Tinggi Tanah Besemah di Seputar Gunung Dempu itu dapat pula kita saksikan di Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan "Balaputra Dewa", seperti "Batu-palak-puyang" ("Batu-palak-jeme") arca kepala manusia dari kurun waktu 3000 - 2000 sebelum Masehi.


Air Terjun Lematang Indah 

Cughup Baghu terletak di Taman Besemah Lematang Indah, antara kota Lahat dengan kota Pagaralam. Nama lokal daerah ini, Liku Lematang, karena jalannya berliku-liku, berlubang (jurang, ngarai) yang dalam. Liku Lematang ini telah menjadi sumber inspirasi bagi pujangga Sutan Takdir Alisyahbana untuk menulis romannya Anak Perawan di Sarang Penyamun, yang juga sudah difilmkan.

Cughup Baghu terjun setinggi kira-kira 40 m pada aliran sungai kecil yang bermuara ke sungai Lematang. nama sungai kecil yang terjun ke Lematang itu dalah Ayik Baghu (= Air/Sungai Baru), sehingga namanya Cughup Baghu. Jadi bukan sungai Lematang yang air terjun itu.

Ayik Baghu dan Cughup Baghu itu berasal dari sisi Bukit Raje Mendare (Raja Mehendra) melintasi dusun bersejarah Kute Rempasay dan Peraudipe. Peraudipe adalah lokasi masjid tertua, masjid pertama di Tanah Besemah, masjid wali. Wali yang menyiarkan Islam di Tanah Besemah itu dikenal dengan nama Puyang Awak atau tuwan Junjungan Puting Beliyung; nama lainnya adalah Baharuddin Nurqadim, bersaudara dengan Sunan Kalijaga di Tanah Jawa.

Makam Puyang Awak alias Baharuddin Nurqadim, Wali di Tanah Besemah itu masih dianggap keramat oleh banyak orang sampai kini. Pemelihara tanah keramat yang pernah disebut oleh pencintanya sebagai "Mekah Kecik" (Mekah Kecil) itu adalah Haji Umar bin H. Mesagus Pagaruyung. Pengikutnya terutama di Semende Darat dan Semende Panjang, yaitu suku yang berasal dari keturunan Besemah.

Berseberangan, yakni berbatas sungai Lematang dengan Peraudipe "Mekah kecik" itu adalah dusun Pelangkendiday denga Padang Langgar, tapak istana Puyang Serunting Sakti atau Puyang Lidah Pahit, Diwe Semidang. Sekalian anak Semidang di kawasan Sembilan Batanghari, ke Padang Langgar Pelangkendiday inilah pulangnya.

Jadi, selain objek-opbjek wisata alam, di sekitar objek air terjun Cughup Baghu, Lematang Indah ini adalah objek wisata sejarah dan ziarah.

 
http://groups.yahoo.com/group/nature_trekker/message/5845
http://profiles.yahoo.com/andre_acorbusie

1 komentar:

  1. Oii kayenye negeri Besemahku...anye ngape aku cakagh riwayat(silsilah) puyang Kedum(Kedom) Tengah Laman, ye makame di Bangke-Kec. Kota Agung dek bediye??

    BalasHapus